Enter your keyword

Sistem Reward & Punishment

Sistem Reward & Punishment

Sistem Reward & Punishment

Sistem Reward & Punishment

Saat ini perusahaan sedang menghadapi tantangan dan persaingan yang ketat untuk mencapai keseimbangan perusahaan. Hal ini membuat perusahaan harus mampu memotivasi karyawannya agar lebih optimal lagi dalam bekerja. Dalam mengoptimalkan kinerja karyawan menjadi salah satu tantangan yang di hadapi perusahaan agar kinerja karyawan mampu mempengaruhi keseimbangan perusahaan sehingga dapat menguntungkan pihak perusahaan. Dalam mengoptimalkan kinerja karyawan dapat dilakukan salah satunya dengan adanya sistem reward & punishment. Sistem Reward & punishment merupakan dua cara untuk memotivasi seseorang untuk menjadi lebih baik dan meningkatkan prestasinya. Cara tersebut tidak asing lagi dalam dunia kerja bahkan dalam dunia pendidikan.

Dalam konsep manajemen, reward merupakan penghargaan atau pemberian hadiah bagi karyawan yang dapat mencapai prestasi tertentu. Reward biasanya berupa uang, tiket liburan atau bahkan kenaikan jabatan. Reward biasanya lebih efektif dalam memotivasi karyawan. Dengan adanya reward maka karyawan akan merasa kerja kerasnya dihargai oleh perusahaan. Berbanding terbalik dengan reward, punishment merupakan hukuman atau sanksi yang didapat jika seseorang melakukan pelanggaran. Puneshment ini di terapkan agar orang tidak melanggar ketentuan yang ada. Punishment yang diterapkan pada perusahaan harus diperhatikan, berikan punishment yang dapat memberi perlajaran pada karyawan, sehingga hukuman yang didapat dapat mendidik dan memperbaiki agar menjadi lebih baik.

Bentuk – Bentuk Reward

Banyak reward yang dapat diberikan untuk karyawan agar dapat meningkatkan lagi kinerja dan prestasi dalam bekerja, reward yang diberikan dapat berupa:
1. Hadiah
Hadiah dapat diberikan pada karyawan yang berprestasi. Hal ini karena karyawan tidak hanya dapat mencapai visi dan misi perusahaan tetapi juga dapat menambah prestasi dalam diri nya. Hadiah yang diberikan dapat berupa pemberian yang nyata seperti adanya bonus spesial, penambahan fasilitas, tunjangan, atau bahkan tiket liburan.

2. Pengakuan
Reward juga dapat diberikan pada karyawan dengan pengakuan prestasi karyawan. Pengakuan ini dapat diberikan dengan ucapan selamat dan pujian yang tulus dihadapan karyawan lain, atau ucapan selamat juga dapat dilakukan setelah selesai rapat. Hal ini dapat berdampak besar bagi karyawan, karena mereka merasa kerja keras nya di akui dan dihargai. Bukan tidak mungkin jika karyawan akan semangat lagi dalam bekerja.

3. Memberikan penghargaan
Perusahaan juga dapat memberikan penghargaan bagi karyawan yang memiliki prestasi dan loyalitas tinggi, misalnya memberikan sertifikat atau lain sebaginya. Dengan predikat penghargaan ini akan membuat karyawan merasa memiliki tanggung jawab yang harus dipertahankan.

4. Kesempatan kenaikan jabatan
Karyawan yang memiliki loyalitas tinggi dan berprestasi dapat diberikan kesempatan kenaikan jabatan. Reward seperti ini akan mengundang banyak karyawan untuk berlomba-lomba mencapai reward ini, dengan persaingan yang sehat artinya mereka akan lebih bertanggung jawab lagi dengan tugasnya dan melakukan yang terbaik untuk perusahaan.

Bentuk – Bentuk Punishment

Untuk memotivasi karyawan juga dapat dilakukan dengan adanya punishment, punisment ini diharapkan dapat membuat karyawan sadar dan menjauhi pelanggaran yang dapat membawanya mendapatkan hukuman atau sanksi. Hukuman atau sanksi yang diberikan untuk karyawan dapat berupa:

1. Teguran secara lisan
Teguran secara lisan dapat dilakukan untuk untuk karyawan yang melanggar aturan. Teguran ini di maksud agar karyawan tidak mengulangi kesalahannya. Jika karyawan tidak suka dapat teguran lagi maka karyawan akan memperbaiki kinerja dan lebih semangat lagi berkerja agar tidak mendapat teguran untuk kedua kalinya.

2. Pemotongan gaji
Jika teguran secara lisan tidak lagi di indahkan, maka perusahaan dapat memberikan punishment berupa pemotongan gaji karyawan. Dengan pemotongan gaji ini karyawan akan merasa bersalah dan diharapkan karyawan dapat memperbaiki kinerja nya.

3. Penurunan jabatan dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Penurunan jabatan atau bahkan PHK dapat dilakukan jika karyawan tidak dapat memperbaiki diri atas kesalahan yang dibuat nya. Setelah itu perusahaan dapat melakukan konseling untuk karyawan yang melakukan pelanggaran, hal ini bertujuan untuk mengatahui permasalahan apa yang dihadapi oleh karyawan.

Punishment yang diberikan oleh perusahaan bukanlah bentuk ancaman atau kekerasan untuk karyawan, melainkan ketegasan. Reward & punishment ini akan efektif jika dilakukan dengan konsisten dan tidak pandang bulu, oleh karena itu di butuhkan strategi yang tepat agar sistem Reward & punishment dapat tersampaikan dengan benar kepada karyawan.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.