Enter your keyword

Konsultan ISO

Konsultan ISO

International Standard Management ISO System

ISO 9001 ( Sistem Manajemen Mutu )

Sistem manajemen ISO 9001 ( Quality Management System) adalah system manajemen standard internasional untuk sistem penjaminan mutu yang berfokus pada kepuasan pelangan, dimana sistem manajemen ISO 9001 merupakan mekanisme standar yang disusun, disepakati, dan diterapkan oleh suatu organisasi / perusahaan dalam menjalankan aktivitas organisasi dan kegiatan bisnis perusahaan.Sistem manajemen ISO 9001 secara jelas menggambarkan bagaimana suatu organisasi / perusahaan beroperasi, Bagaimana perkerjaan mengalir dari satu aktifitas ke aktifitas lain, Penanganan pekerjaan mulai input – proses sampai output terinci dan tersusun jelas dalam standard sistem ISO 9001 guna memenuhi prasayarat kualitas yang telah di tentukan dan disepakati.

Sistem manajemen ISO 9001 dapat digunakan oleh semua organisasi/ perusahaan besar atau kecil sesuai bidang kegiatannya , ISO 9001 sudah di pakai oleh jutaan perusahaan di lebih dari 170 negara. Sistem Manajemen ISO 9001 berisi standard yang sangat memungkinkan perusahaan dalam melakukan perbaikan yang berkesinambungan, prinsip-prinsi ISO 9001 diantaranya

  1. Fokus pada pelangan
  2. Sistem Kepemimpinan / Leadership
  3. Manajemen sumber daya
  4. Perbaikan dan peningkatan proses
  5. Sistem manajemen
  6. Sistem perbaikan yang berkesinambungan
  7. Pengambilan keputusan yang Factual
  8. Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

Sistem manajemen ISO 9001 bukanlah suatu hal yang asing lagi di Indonesia, menerapkan Sistem manajemen ISO 9001 tidak lagi sekedar hanya memenuhi persyaratan pelangan, namun lebih sebagai kebutuhan perusahaan.

ISO 14001 ( Sistem Manajemen Lingkungan )

Apakah ISO 14001 itu?

ISO 14001 adalah standar sistem yang diakui secara internasional untuk sistem manajemen pengelolaan lingkungan. ISO 14001 ini mengatur kontrol untuk kegiatan-kegiatan dalam proses bisnis perusahaan yang memiliki dampak terhadap lingkungan yang meliputi penggunaan sumber daya alam , penanganan dan pengolahan limbah dan konsumsi energi.

Apa Manfaat penerapan ISO 14001?

Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan merupakan cara yang sistematis untuk sistem pengendalian dari proses bisnis perusahaan yang bisa berdampak pada lingkungan. Dengan menerapkan ISO 14001 maka banyak manfaat yang bisa diambil, diantarnya:

  1. Jaminan terhadap perlindungan lingkungan
  2. System tata kelola lingkungan yang lebih baik
  3. Meningkatkan citra dan image perusahaan serta meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan masyarakat sekitar
  4. Kepercayaan dan kepuasan pelanggan5. Menekan resiko yang membahayakan lingkungan dan pekerja, dll

ISO 45001 ( Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja )

Meningkatnya sektor industri dan perdagangan global memunculkan tantangan baru dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, hal inilah yang mendorong International Organization for Standardization ( ISO ) pada bulan maret 2018 menerbitkan standard baru untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja penganti OHSAS 18001 yaitu ISO 45001 untuk semua organisasi diberbagai sektor, ISO 45001 diharapkan bisa menjadi tolok ukur global dan meningkatkan standar sistem kesehatan dan keselamatan guna menjadikan tempat kerja yang lebih sehat dan lebih aman untuk semua pihak. Dengan diterbitkannya ISO 45001 Standard baru untuk sistem kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ) maka sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja OHSAS 18001 akan ditarik. Dengan penerapan ISO 45001 diharapkan akan mendorong pengembangan sistem K3 yang sistematis mengingat konteks dalam standar ISO 45001 ini lebih luas terkait dengan identifikasi risiko, peluang, persyaratan hukum dan masih banyak lagi yang lainnya sehingga akan membantu suatu organisasi untuk menanamkan sistem K3 yang kuat sehingga mampu membantu memperbaiki sistem kinerja K3. Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ) ISO 45001 mengunakan prinsip PDCA               ( Plan-Do-Check-Act ) yang memudahkan organisasi dalam membuat kerangka kerja  dan merencanakan apa yang perlu mereka lakukan ditempat kerja untuk mencegah/meminimalkan terjadinya resiko kecelakaan kerja.

Dibandingkan dengan sistem manajemen k3 sebelumnya yaitu OHSAS 18001, ISO 45001 lebih luas cakupannya, dimana dalam Standard sistem ISO 45001 terdapat 10 klausul, diantaranya :

  1. Scope
  2. Referensi Normatif
  3. Istilah dan Definisi
  4. Konteks Organisasi
  5. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja
  6. Perencanaan
  7. Dukungan
  8. Operasi
  9. Evaluasi Kinerja
  10. Peningkatan

Dalam penerapannya ISO 45001 lebih mudah untuk diintegrasikan dengan sistem manajemen ISO lainnya seperti sistem manajemen Mutu ISO 9001 dan ISO 14001 untuk manajemen lingkungan. Namun demikian kunci sukses penerapan sistem manejemen kesehatan dan keselamatan kerja ISO 45001 ini akan ditentukan oleh peran aktif dari semua pekerja dan semua pihak dalam organisasi, itu sebabnya dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menerapkan sistem ISO 45001 dalam organisasi.

OHSAS 18001 ( Sistem Manajemen K3)

Apa yang dimaksud dengan OHSAS18001 – sistem manajemen K3?

OHSAS singkatan dari Occupational Health And Safety Management System, yaitu sebuah sistem manajemen untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Sistem OHSAS18001 – sistem manajemen K3 memungkinkan suatu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat dengan menyediakan kerangka kerja dalam mengidentifikasi terhadap risiko kesehatan dan keselamatan kerja, mengurangi potensi kecelakaan, kepatuhan regulasi, dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Apa yang melatar belakangi sehingga terbit sistem OHSAS18001 – sistem manajemen K3?

Yang melatar belakangi sistem OHSAS 18001 – sistem manajemen K3 ini muncul karna Sikap kritis dari masyarakat dunia untuk mendorong industry yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu system manajemen yang aman bagi pekerjannya dan akhirnya terbitlah sistem OHSAS18001 – sistem manajemen K3 ini. Standard OHSAS18001 – sistem manajemen K3 dapat diintegrasikan dengan persyaratan manajemen lainnya seperti ISO 9001 & ISO 14001 sehingga mampu membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

ISO 22000 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan)

Munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh kontaminasi pada produk makanan dan minuman baik itu yang berasal dari hewan, sayuran, buah-buahan,dll, menimbulkan kecemasan masyarakat dunia sebagai konsumen produk makanan dan minuman tersebut. yang pada akibatnya konsumen menjadi ingin tahu informasi lebih banyak mengenai sumber produk makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Karena adanya tekanan dari konsumen maka banyak perubahan yang terjadi di dalam produksi makanan dan minuman, baik dari segi kualitas maupun keamanannya.Hal inilah yang melatarbelakangi lahinya sistem manajemen keamanan pangan ISO 22000.

HACCP & GMP (Analisa Keamanan Pangan Industri Pangan)

HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DAN IMPLEMENTASINYA DALAM INDUSTRI PANGAN

HACCP merupakan suatu sistem manajemen pengawasan dan pengendalian keamanan pangan secara preventif yang bersifat ilmiah, rasional dan sistematis dengan tujuan untuk mengidentifikasi, memonitor dan mengendalikan bahaya (hazard) mulai dari bahan baku, selama proses produksi/pengolahan, manufakturing, penanganan dan penggunaan bahan pangan untuk menjamin bahwa bahan pangan tersebut aman bila dikonsumsi (MOTARKEMI et al, 1996 ; STEVENSON, 1990).
Dengan demikian dalam sistem HACCP, bahan/materi yang dapat membahayakan keselamatan manusia atau yang merugikan ataupun yang dapat menyebabkan produk makanan menjadi tidak disukai; diidentifikasi dan diteliti dimana kemungkinan besar terjadi kontaminasi/pencemaran atau kerusakan produk makanan mulai dari penyediaan bahan baku, selama tahapan proses pengolahan bahan sampai distribusi dan penggunaannya. Kunci utama HACCP adalah antisipasi bahaya dan identifikasi
titik kendali kritis.

SMK3 (Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan sistem perlindungan bagi tenaga kerja dan jasa konstruksi untuk meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja, maupun keselamatan manusia dan lingkungan sekitarnya yang nantinya dapat menunjang peningkatan kinerja yang efektif dan efisien. Pedoman penerapan SMK3 di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996.

Penelitian ini mencoba memberikan jawaban tentang bagaimana standar dan pedoman SMK3 yang digunakan pada proyek pembangunan Jembatan Dr. Ir. Soekarno di Manado serta membahas bagaimana pengaruh dari penerapan SMK3 bagi perusahaan dan tenaga kerja itu sendiri. Analisis data dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil wawancara dengan petugas K3, hasil observasi atau pengamatan langsung di lokasi proyek dan hasil evaluasi data-data SMK3 yang
tersedia serta studi kepustakaan sebagai data pendukung.

Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa SMK3 telah direncanakan dan diterapkan dengan baik di lokasi proyek. Standar dan pedoman yang digunakan untuk mengatur sistem ini disusun dalam Rencana Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Proyek (RMK3LP). Dasar penerapan prosedur-prosedur tersebut disesuaikan dengan standar internasional yaitu Occupation Health and Safety Management System (OHSAS) 18001:1999 yang memiliki kesamaan dengan SMK3 diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.05/MEN/1996. Penerapan SMK3 ini membawa pengaruh yang baik bagi perusahaan maupun tenaga kerja, hal tersebut terlihat dari jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan atau penyakit kerja masih tergolong rendah dan tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi pelaksanaan pekerjaan.

ISO 37001 (Sistem manajemen anti Suap / Korupsi)

Penyuapan dan Korupsi merupakan salah satu masalah utama yang sedang dihadapi oleh banyak negara terutama Indonesia saat ini, Penyuapan dan praktek korupsi merupakan fenomena yang luas. Hal ini menimbulkan kepedulian yang serius dalam sosial, moral, ekonomi, dan politik,mengacaukan tata kelola pemerintah yang baik, mengurangi pengembangan dan mendistorsi kompetisi. Hal ini akan mengikis keadilan, merusak hak asasi manusia dan menghambat pengentasan kemiskinan. Hal ini juga meningkatkan biaya melakukan bisnis, menimbulkan ketidakpastian pada transaksi komersial, meningkatkan biaya barang dan jasa, mengurangi mutu produk dan jasa, yang mengarah pada kehilangan nyawa dan harta, merusak kepercayaan institusi dan mengganggu keadilan serta efisiensi operasi pasar.

ISO 17025 (Sistem Manajemen Mutu Laboratorium)

Dari sudut ekonomi atau menyangkut perdagangan internasional pada era globalisasi, Indonesia menghadapi pasar bebas yang membutuhkan standar produk yang tinggi sehingga menjadi tekanan kompetitif tersendiri. Selain itu, juga harus menyesuaikan dengan persetujuan Technical Barrier to Trade (TBT) dan terintegrasi dengan pasar regional di beberapa negara. Peranan laboratorium sangat menentukan dalam proses pengendalian mutu dan penjaminan mutu dari produk yang dihasilkan. Untuk mencapai keseragaman hasil analisis antar laboratorium dibutuhkan suatu standar yang bersifat internasional yang mencakup sistem mutu dan teknis yang baik, salah satunya adalah standar ISO/IEC 17025:2005 – General requirements for the competence of testing and calibration laboratories.

ISO 31000 (Sistem Manajemen Risiko)

ISO 31000 adalah suatu standar implementasi manajemen risiko yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization pada tanggal 13 November 2009. Standar ini ditujukan untuk dapat diterapkan dan disesuaikan untuk semua jenis organisasi dengan memberikan struktur dan pedoman yang berlaku generik terhadap semua operasi yang terkait dengan manajemen risiko. Menurut ISO 31000, manajemen risiko suatu organisasi harus mengikuti 11 prinsip dasar agar dapat dilaksanakan secara efektif. Berikut penjabaran prinsip-prinsip tersebut.

ISO 50001 (Sistem Manajemen Energi)

Pertumbuhan industri berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun disisi lain industri menggunakan energi sekaligus menjadi sektor penghasil gas rumah kaca yang signifikan. Terjadi sebuah dilema energi dalam industri, meningkatkan ekonomi sekaligus menghabiskan energi yang begitu besar. Sektor Industri mengonsumsi eneri terbesar di Indonesia. 90% konsumsi energi berasal dari sumber bahan bakar fosil (sumber Stastistik 2008). Sampai tahun 2050 kebutuhan energy meningkat 200% (source: IEA 2007), pada kurun waktu yg sama tuntutan penurunan emisi CO2 menjadi 200% (source: IPPC 2007).

Untuk itulah The International Organization for Standardization (ISO) mengeluarkan ISO 50001 Energy Management. Standar ini adalah standar yang digunakan untuk mengelola kinerja energi termasuk efisiensi dan konsumsi energi. Konsep SNI ISO 50001 menggunakan model Sistem Manajemen dengan pendekatan siklus Plan, Do, Check, Action untuk perbaikan berkelanjutan. Indonesia selaku anggota ISO mengadopsi secara identik standar tersebut menjadi SNI ISO 50001 Sistem Manajemen Energi.

ISO 55001 ( sistem Aset Manajemen )

Pada bulan Januari 2014, International Organization for Standardization (ISO) menerbitkan ISO 55001, standar manajemen aset internasional yang baru. Standar baru ini adalah hasil kolaborasi lebih berasal dari 30 negara peserta, juga Amerika Serikat, yang dipimpin oleh Komite Proyek ISO 251 (ISO / PC251) yang dirumuskan sepanjang tiga tahun.

Standar ISO 55001 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan standar manajemen aset yang sedia kan pemahaman manajemen aset umum dan sejenisnya, standar ini dapat diimplementasikan secara world dan pengaruhi persepsi bahwa manajemen aset hanya berlaku untuk perusahaan yang punyai infrastruktur dan aset fisik di dalam skala besar.

Standar ini dirancang untuk menambahkan pemahaman umum untuk berkomunikasi bersama dengan para pemangku kepentingan bidang keuangan, layaknya instansi obligasi, investor, instansi kredit dan asuransi. Hal ini gara-gara tersedia beberapa syarat spesifik di dalam ISO 55001 untuk mengidentifikasi kebutuhan pelaporan keuangan, memperhitungkan implikasi keuangan berasal dari rancangan dan juga kinerja keuangan waktu melaporkan kinerja.

IATF (Sistem Manajemen untuk Otomotif)

ISO/TS 16949, standar Automotif Quality Management System (QMS) pas ini udah di-release oleh International Automotive Task Force (IATF) final edisi ke 4 terhadap tanggal 1 Oktober 2016 yang lalu, dan dinamai IATF 16949. Meskipun udah tidak bernaung terhadap organisasi ISO lagi, namun penerapan IATF 16949 tidak berdiri sendiri, selalu mengacu standard ISO 9001:2015 dan Customer Specific Requirements(CSR’s).

Semua perusahaan atau organisasi pas ini yang tetap tersertifikasi edisi ke 3 ISO/TS 16949:2009 perlu berubah ke edisi 4 IATF 16949. Sampai bersama 1 Oktober 2017, perusahaan tetap diberikan peluang untuk melakukan audit berdasarkan beberapa syarat ISO/TS 16949:2009 bersama menjadi diperkenalkan beberapa syarat IATF 16949. Terhitung 1 Oktober 2018, seluruh audit automotive industry perlu dikerjakan berdasarkan beberapa syarat IATF 16949.

5S (Seiri Seiton Seiso Seiketsu Shitsuke)

Bagi anda yang dulu berinteraksi bersama dunia pabrik sudah pasti tidak asing bersama arti 5S. Pabrik yang menerapkan program 5S akan muncul bersih dan teratur. Mereka berpikir suasana yang berantakan akan menyembunyikan masalah. Program 5S dipandang sebagai bisnis untuk memunculkan kasus yang selama ini tersembunyi dari para pemecah kasus (problem solver).

Saat ini, program 5S udah banyak diadopsi oleh bermacam industri di bermacam negara. Popularitas 5S ini tak terlepas dari keberhasilan industri Jepang yang selama ini memusatkan perhatiannya pada pengurangan segala pemborosan (waste). 5S adalah landasan untuk membentuk perilaku manusia sehingga punyai normalitas (habit) kurangi pembororsan di tempat kerjanya.

Program 5S pertama kali diperkenalkan di Jepang sebagai suatu gerakan kebulatan kemauan untuk mengadakan pemilahan (seiri), penataan (seiton), pembersihan (seiso), penjagaan suasana yang mantap (seiketsu), dan penyadaran diri akan normalitas yang diperlukan untuk laksanakan pekerjaan bersama baik (shitsuke). Masing-masing S di dalam 5S beserta penjelasannya dijelaskan di bawah ini.

Balance Scorecard, Six Sigma

Balanced scorecard merupakan rancangan yang merasa dikembangkan dalam langkah bisnis. Konsep ini dianggap sanggup mengukur kinerja bisnis yang udah dicapai, supaya dikehendaki sanggup mempercepat tercapainya target bisnis yang menguntungkan.

Pada th. 1990, Robert S. Kaplan dan David P.Norton udah mempopulerkan rancangan baru untuk mengukur kinerja suatu manajemen. Konsep ini diberi nama balanced scorecard. Balanced scorecard adalah suatu rancangan manajemen yang menekankan terhadap pengukuran keuangan dan non keuangan berdasarkan visi dan misi suatu perusahaan. Adanya balanced scorecard, sanggup digunakan sebagai alat komunikasi dalam suatu perusahaan atau bisnis.

Aryasentra Update

Perbedaan ISO 45001 : 2018 dengan OHSAS 18001

ISO 45001 : 2018 Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja Setiap organisasi dalam menjalankan kegiatan atau proses pekerjaan tidak terlepas dari resiko terutama resiko yang terkait dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Tidak sedikit organisasi khususnya organisasi yang proses atau kegiatan bisnisnya berpotensi terhadap keselematan kerja dan kesehatan bagi para pekerjanya banyak mengalami kerugian akibat kecelakaan […]

MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ISO 31000

MANAJEMEN RISIKO BERBASIS ISO 31000 Meningkatnya dari tahun ketahun terhadap tingkat kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang terjadi diseluruh dunia mendorong lembaga internasional untuk standardisasi ( ISO ) menerbitkan standard baru untuk manajemen Risiko yaitu ISO 31000. Standard ISO yang diterbitkan pada bulan november 2009 ini sekarang sudah banyak diimplementasikan oleh banyak organisasi dan […]

ISO 14001 2015

ISO 14001 2015 – Sistem Manajemen Lingkungan Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) mendefinisikan ISO 14001 2015 – sistem manajemen lingkungan ( EMS) sebagai bagian dari sistem manajemen yang digunakan untuk mengelola aspek lingkungan, memenuhi kewajiban kepatuhan, dan menangani risiko dan peluang. ISO 14001 pertama kali diterbitkan pada tahun 1996 dan diperbarui pada tahun 2004 setelah […]

ISO 50001 versi 2018

Upgrade ISO 50001 : 2018 Sistem Manajemen Energi Sejak diterbitkannya ISO 50001 pada tahun 2011 lalu, organisasi Internasional untuk standardisasi ( ISO) selalu melakukan evaluasi dan pengembangan sistem ISO 50001 agar lebih efektif dan mudah penerapannya menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan teknologi industri. Itu sebabnya Pada bulan Agustus 2018, Organisasi Internasionas untuk Standardisasi (ISO) menerbitkan ISO […]

ISO 50001 – Energy Management

ISO 50001 Sistem Manajemen Energi Pesatnya perkembangan pada sektor industri sangat mempengaruhi terhadap peningkatan pengunaan energi, Jika pengunaan energi khususnya di sektor industri tidak terkelola dengan baik tentu ini akan menjadi masalah, itulah sebabnya pemerintah selalu mengkampanyekan penghematan energi diberbagai sektor. Sebagai bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah dalam sistem manajemen energi di Indonesia, pemerintah melalui […]

Cara Distribusi Obat Yang Baik (CDOB)

Cara Distribusi Obat Yang Baik (CDOB)

CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK Cara distribusi obat yang baik adalah Cara distribusi/penyaluran obat dan/atau bahan obat yang baik dengan tujuan untuk memastikan mutu sepanjang jalur distribusi/penyaluran sesuai persyaratan dan tujuan penggunaannya. Ada 3 (tiga) Regulasi yang mengatur CDOB yaitu UU No. 36 th 2009 tentang Kesehatan, PP 51 tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian dan […]

ISO 45001

ISO 45001

ISO 45001 – Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Konsultan ISO 45001 – Dalam hal ini, konsultan manajemen bisnis seperti Aryasentra Consulting sangat fokus pada K3 atau Sistem Manajemen Kesehata dan Keselamatan Kerja. Meningkatnya sektor industri dan perdagangan global memunculkan tantangan baru dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, hal inilah yang mendorong International Organization […]

ISO 45001

ISO 45001 Sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ) sekilas tentang ISO 45001 Meningkatnya sektor industri dan perdagangan global memunculkan tantangan baru dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja, hal inilah yang mendorong International Organization for Standardization ( ISO ) pada bulan maret 2018 menerbitkan standard baru untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja penganti […]

ISO 37001 – Sistem manajemen Anti Suap / Anti Korupsi

Penyuapan dan Korupsi merupakan salah satu masalah utama yang sedang dihadapi oleh banyak negara terutama Indonesia saat ini, Penyuapan dan praktek korupsi merupakan fenomena yang luas. Hal ini menimbulkan kepedulian yang serius dalam sosial, moral, ekonomi, dan politik,mengacaukan tata kelola pemerintah yang baik, mengurangi pengembangan dan mendistorsi kompetisi. Hal ini akan mengikis keadilan, merusak hak […]

Butuh Bantuan?

Konsultasikan Dengan Para Consultant Proffesional Kami
di Telp / Whatsapp