ISO 22000:2018 adalah standar internasional untuk sistem manajemen keamanan pangan yang diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO). Standar ini membahas persyaratan untuk sistem manajemen keamanan pangan yang meliputi aspek-aspek seperti perencanaan, implementasi, operasi, pengecekan, dan perbaikan.

Pentingnya Memahami Klausul ISO 22000

Memahami klausul ISO 22000 adalah hal yang sangat penting bagi perusahaan yang ingin memastikan produk makanan yang mereka produksi aman dan berkualitas. ISO 22000 adalah standar internasional yang mengatur sistem manajemen keamanan pangan, dan jika perusahaan gagal memenuhi persyaratan ini, konsekuensinya bisa sangat merugikan.

 

Sebagai contoh, jika perusahaan tidak mematuhi persyaratan klausul ISO 22000, mereka dapat menghadapi risiko kesehatan dan keselamatan konsumen yang serius. Ini dapat menyebabkan kasus penyakit atau bahkan kematian, dan perusahaan dapat menghadapi tuntutan hukum yang mahal.

 

Selain itu, ketika perusahaan tidak mematuhi persyaratan ISO 22000, kepercayaan konsumen dapat hilang. Konsumen akan ragu untuk membeli produk dari perusahaan tersebut, yang dapat berdampak buruk pada reputasi dan keuntungan perusahaan. Dalam era digital saat ini, sebuah skandal dapat dengan mudah menyebar di media sosial dan merusak citra perusahaan.

 

Oleh karena itu, memahami dan menerapkan persyaratan klausul ISO 22000 sangat penting bagi perusahaan. Dengan memastikan bahwa sistem manajemen keamanan pangan mereka sesuai dengan standar internasional, mereka dapat melindungi kesehatan konsumen, membangun kepercayaan pelanggan, dan menghindari kerugian finansial yang besar.

10 klausul ISO 22000:2018

Sebagai konsultan manajemen, kami ingin membahas 10 klausul yang terdapat pada standar ISO 22000:2018. Ini adalah klausul-klausul yang penting untuk dipahami oleh perusahaan yang ingin menerapkan sistem manajemen keamanan pangan berdasarkan standar ini. Berikut adalah ulasan dari setiap klausul:

1. Ruang Lingkup

Klausul ini memberikan gambaran tentang lingkup sistem manajemen keamanan pangan yang akan diterapkan oleh perusahaan. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan di sini adalah produk atau layanan apa yang akan dilindungi oleh sistem manajemen keamanan pangan tersebut.

2. Referensi

Klausul ini mencakup daftar referensi yang digunakan dalam penyusunan standar ISO 22000:2018. Referensi-referensi ini harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang ingin menerapkan sistem manajemen keamanan pangan berdasarkan standar ini.

3. Istilah dan Definisi

Klausul ini menjelaskan istilah dan definisi yang digunakan dalam standar ISO 22000:2018. Penting bagi perusahaan untuk memahami istilah-istilah tersebut agar dapat menerapkan sistem manajemen keamanan pangan dengan benar.

4. Sistem Manajemen Keamanan Pangan

Klausul ini mencakup persyaratan untuk sistem manajemen keamanan pangan. Ini termasuk persyaratan untuk perencanaan, implementasi, dan operasi sistem, serta persyaratan untuk pengecekan dan perbaikan.

5. Tanggung Jawab Manajemen

Klausul ini memberikan persyaratan untuk tanggung jawab manajemen dalam menerapkan sistem manajemen keamanan pangan. Ini termasuk tanggung jawab untuk menetapkan kebijakan dan tujuan sistem, memastikan sumber daya yang cukup tersedia, dan memonitor dan mengevaluasi kinerja sistem.

6. Manajemen Sumber Daya

Klausul ini mencakup persyaratan untuk manajemen sumber daya yang diperlukan untuk menerapkan sistem manajemen keamanan pangan. Ini termasuk persyaratan untuk sumber daya manusia, infrastruktur, dan lingkungan kerja.

7. Perencanaan dan Realisasi Produk yang Aman

Klausul ini membahas persyaratan untuk perencanaan dan realisasi produk yang aman. Ini termasuk persyaratan untuk pemahaman risiko yang terkait dengan produk, perencanaan produksi, dan persyaratan untuk kontrol proses produksi.

8. Operation (Operasional):

Klausul ini mencakup semua aktivitas operasional yang terkait dengan sistem manajemen keamanan pangan, termasuk perencanaan dan pelaksanaan kebijakan dan prosedur, pengendalian bahaya, pemantauan dan pengukuran kinerja, manajemen sumber daya manusia, dan pengelolaan fasilitas dan infrastruktur yang relevan.

9. Performance Evaluation (Evaluasi Performa):

Klausul ini mencakup evaluasi kinerja sistem manajemen keamanan pangan untuk memastikan bahwa tujuan dan target yang telah ditetapkan dicapai dan untuk mengidentifikasi peluang perbaikan.

 

Evaluasi ini meliputi pemantauan kinerja, pengukuran, analisis dan pelaporan hasil, serta tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.

10. Improvement (Peningkatan):

Klausul ini mencakup tindakan perbaikan dan pencegahan yang diambil untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen keamanan pangan.

 

Tujuan dari klausul ini adalah untuk memastikan bahwa sistem manajemen keamanan pangan selalu ditingkatkan secara berkelanjutan, termasuk melalui pengelolaan risiko, perbaikan proses, dan pelatihan karyawan.

 

Layanan terbaik kami: Konsultan ISO 22000

Bagaimana Memenuhi Persyaratan Klausul ISO 22000

Untuk memperoleh sertifikasi ISO 22000, perusahaan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam klausul-klausul standar tersebut. Berikut adalah beberapa saran untuk membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan klausul ISO 22000.

 

Pertama-tama, perusahaan harus mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan (SMKP) yang meliputi seluruh proses dan kegiatan yang terkait dengan keamanan pangan. Dalam mengembangkan SMKP, perusahaan harus memahami persyaratan klausul ISO 22000 dan bagaimana cara memenuhinya.

 

Penting bagi perusahaan untuk menentukan ruang lingkup SMKP, mengidentifikasi bahaya dan risiko, menetapkan kontrol operasional, dan membangun prosedur dan panduan yang terkait dengan keamanan pangan.

Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan

1. Penilaian Risiko

Perusahaan harus melakukan penilaian risiko pada seluruh proses produksi makanan dan mengidentifikasi bahaya serta menghitung risiko untuk menentukan kontrol yang diperlukan untuk mengurangi risiko keamanan pangan.

2. Pelatihan Staf

Perusahaan harus memberikan pelatihan pada staf mengenai keamanan pangan, termasuk penanganan makanan yang aman, sanitasi, dan pengendalian alergen. Pelatihan harus disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing staf.

3. Pengembangan Prosedur dan Panduan

Perusahaan harus mengembangkan prosedur dan panduan yang terkait dengan keamanan pangan, termasuk prosedur untuk penanganan makanan, pengendalian alergen, sanitasi, dan pengendalian barang masuk. Prosedur dan panduan harus mencakup seluruh proses produksi makanan dan ditinjau secara berkala.

4. Pelaksanaan Pengawasan dan Pengukuran Kinerja secara Teratur

Perusahaan harus melakukan pengawasan dan pengukuran kinerja secara teratur untuk memastikan bahwa prosedur dan panduan yang telah ditetapkan berjalan dengan baik. Pengawasan dan pengukuran kinerja meliputi pemeriksaan sanitasi, pengendalian alergen, dan pengukuran kinerja staf.

 

Baca juga: Perubahan ISO 22000 : 2005 menjadi ISO 22000 Versi 2018

Kesimpulan

Memenuhi persyaratan klausul ISO 22000 adalah suatu hal yang penting bagi perusahaan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi oleh konsumen.

 

Untuk memenuhi persyaratan klausul ISO 22000, perusahaan harus mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, melakukan penilaian risiko, memberikan pelatihan staf, mengembangkan prosedur