Business Process Reengineering (Reka Ulang Proses Bisnis) – Adanya perubahan regulasi, mengakibatkan perubahan pada kebijakan pemerintaah, salah satu nya dengan masuknya Globalisasi. Globaisasi berdambak pada dunia bisnis dengan semakin ketatnya persaingan dagang.

Globalisasi seakan merubah dunia bisnis dari persaingan antar kompetitor menjadi terbukanya perdangan bebas dan pasar terbuka.

Hal ini menjadikan banyaknya pemain bisnis dari luar maupun local yang masuk dalam pasar dalam negeri maupun sebaliknya, sehingga pelanggan memiliki banyak sekali pilihan produk maupun jasa yang mereka butuhkan dengan kelebihan dan keunggulan yang ditawarkan.

Keadaan seperti ini bukan tidak mungkin para pemain bisnis tidak dapat menghasilkan produk maupun jasa yang lebih baik dengan harga lebih murah dari pesaingnya.

Kondisi ini membuat banyak usaha gulung tikar bahkan perusahaan – perusahaan besar pun berusaha mencari jalan keluar terbaik untuk setidaknya dapat bertahan hidup.

Adanya dampak globalisasi membuat perusahaan harus memikirkan bagaimana strategi yang efektif dalam melakukan perubahan yang signifikan ditengan persaingan bisnis yang semakin ketat dan dinamisnya dunia bisnis.

Hal ini dapat dilakukan dengan business process reengineering (reka ulang proses bisnis) strategi bisnis dapat terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan dunia bisnis pada masa sekarang maupun dalam jangka panjang.

Apa itu business process reengineering (reka ulang proses bisnis)

Business process reengineering (reka ulang proses bisnis) merupakan evaluasi suatu bisnis secara keseluran baik dari segi produk atau jasa, layanan, sumber daya perusahaan sampai pada kinerja perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Business process reengineering (reka ulang proses bisnis) juga dapat dikatakan sebagai manajemen bisnis yang yang memiliki fokus pada analisa dan mendesain alur kerja maupun proses bisnis agar suatu bisnis dapat terus meningkatkan performanya. business process reengineering (reka ulang proses bisnis) bersifat high risk dan high return.

Saat ini perbaikan proses bisnis penting dilakukan terus – menerus apabila suatu bisnis masih mau bertahan dan bersaing dipasar. Perusahaan yang menerapkan perbaikan terus – menerus dapat disebut Continuous Improvement Model .

Pada model perbaikan ini memahami proses atau alur bisnis saat ini dan melakukan perbaikan sesuai dengan pemahaman dan pengukurannya.

Perbaikan terus – menerus penting dilakukan  mengingat pelanggan yang juga terus  –  menerus menghendaki produk atau layanan yang semakin baik.

Langkah – langkah besar dalam business process reengineering (reka ulang proses bisnis) :

1. Posisikan diri dalam perubahan

Pada langkah ini tentukan mengapa bisnis harus melakukan perubahan, perubahan seperti apa yang akan dilakukan, fokuskan, kembangkan perubahan untuk di implementasikan.

2. Melakukan analisis pada proses kerja dan alur bisnis saat ini

Pahamin desain proses dan alur bisnis saat ini, apabila perubahan ini didasarkan atas pemenuhan kebutuhan dan pemuasan pelanggan maka akan terbentuk desain baru mengenai proses dan alur nya.

3. Mendesain proses kerja dan alur bisnis baru

Tentukan strategi efektif  yang akan dilakukan untuk pemenuhan dan kepuasan pelanggan.

Pada langkah ini cari masukan dari pejabat ataupun tenaga ahli, untuk kemudian dapat dijadikan visi perusahaan.

4. Transisi pada desain baru

Implementasikan strategi efektif yang telah direncanakan, pantau terus proses dan alur bisnis baru untuk menilai kinerja serta memperlihatkan bahwa ada konsep baru yang berlaku dalam sebuah bisnis.

Siapa saja yang terlibat dalam business process reengineering (reka ulang proses bisnis)

business process reengineering (reka ulang proses bisnis) akan berjalan jika semua pihak mulai dari pimpinan paling atas sampai pimpinan teras ikut serta dalam prosesnya.

Reengineering harus dicetuskan dari pimpinan paling atas, karena dalam reengineering kebijakan dapat dirumah sewaktu – waktu dan tidak ada yang aneh dalam hal ini.

Baca juga : Mengenal Business Continuity Planning (BCP)

Dalam reengineering diperlukan beberapa kepala yang nantikan dapat menjadi pembetuk opini dan penyebar opini keseluruh staff perusahaan.

Beberapa kepala ini yang nantinya akan menjadi kepala kunci yang akan membentuk opini para staff agar dapat mengimplementasikan reengineering.

Manfaat business process reengineering (reka ulang proses bisnis)

business process reengineering (reka ulang proses bisnis) memiliki pengaruh besar untuk kehidup bisnis :

  1. Perbaikan proses kerja dan alur bisnis
  2. Mengurangi biaya secara drastis, karena secara langsung reengineering dapat mengeliminasi prosedur dan proses non-esensial atau berlebihan yang kemungkinan dapat memakan banyak biaya.
  3. Meningkatkan performa bisnis

Setiap bisnis berbeda cara dan proses perubahannya, tidak hanya itu waktu perubahan juga berbeda antara bisnis satu dengan yang lainnya.

Oleh karena itu business process reengineering (reka ulang proses bisnis) penting dilakukan oleh yang sudah ahli seperti konsultan. Aryasentra Consulting dapat membantu bisnis anda untuk melakukan perubahan untuk meningkatkan performa dalam dunia bisnis, dengan banyak pengalaman pada perusahaan BUMN maupun swasta. Info lebih lanjut dapat menguhubungi 0877-9000-2411.