Kata ISO tidaklah asing lagi di Indonesia, namun tidak sedikit orang belum memahami penuh tentang apa ISO itu sendiri. Banyak yang hanya mendengar kalimat ISO pada saat mengikuti tender atau ada permintaan customer/pelanggan yang meminta dan mempersyaratkan untuk wajib memiliki sertifikasi ISO atau bisa juga kebanyakan orang tahu ISO dari kemasan sebuah produk yang tercantum logo sertifikat ISO.
Sebelum membahas lebih dalam tentang pengertian ISO 9001, perlu kiranya pahan terlebih dahulu apa ISO itu. ISO merupakan singkatan dari International Organization for Standardization yaitu sebuah federasi / organisasi internasional untuk standarisasi yang anggotanya berasal dari lembaga – standard nasional seluruh negara di dunia.
Sedangkan 9001 itu merupakan seri ISO untuk Quality Management system atau sistem manajemen kualitas / mutu.
Macam – macam seri ISO / Jenis ISO
ISO itu banyak macamnya / serinya, Kenapa ISO itu harus dibuat seri atau banyak macamnya? Ya karna seri ISO atau Jenis ISO itu bermacam dan banyak sekali, kami ambil contoh yang familiar yang sudah biasa didengar di Indonesia yaitu ada ISO 14001 yaitu untuk manajemen lingkungan, ada ISO 45001 untuk manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (pengganti OHSAS 18001 ), ada ISO 37001 untuk manajemen anti korupsi/anti suap, ada ISO 22000 untuk system manajemen keamanan pangan dan masih banyak lagi seri ISO lainnya. (untuk mengenal seri ISO bisa dilihat dari artikel-artikel kami sebelumnya di web ini).
Pengertian ISO 9001
pengertian ISO 9001, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ISO 9001 merupakan Internasional standard dalam sistem manajemen mutu / kualitas untuk kepuasan pelanggan.
Mengapa disebut manajemen kepuasan pelanggan? Karena dalam ISO memuat standard sebagai acuan bagaimana sebuah perusahaan / organisasi bisa memberikan layanan prima dan menjaga kualitas / mutu sebuah produk ( baik barang maupun jasa) agar para pelanggan / customer memiliki kepuasan terkait dengan layanan dan produk yang dihasilkan.
Dalam Standard ISO 9001 memuat klausul sebagai panduan organisasi / perusahaan dalam membuat dan mengimplementasikan sistem manajemen mutunya sampai mendapatkan sertifikasi ISO 9001.
Klausul dalam standard ISO 9001 secara detail menjelaskan bagaimana organisasi / perusahaan harus memiliki pengelolaan sistem manajemen mutu kepuasan pelanggan yang baik mulai dari input sampai output.
Perubahan – perubahan ISO 9001
Standard sistem manajemen mutu kepuasan pelanggan ISO 9001 diterbitkan oleh lembaga ISO pada tahun 1987, kemudian berjalannya waktu dan perkembangan jaman standard ISO mengalami 5 kali revisi atau di upgrade agar sesuai dengan perkembangan teknologi dan industri, upgrade ISO 9001 dimulai tahun 1994, kemudian diupgrade kembali pada tahun 2000, 2008 dan 2015.
Di Indonesia sendiri mulai banyak organisasi / perusahaan menerapkan ISO 9001 pada tahun 2000 an, pada tahun 2000 an ini ISO 9001 merupakan hal membanggakan bagi organisasi/perusahaan yang bisa meraih sertifikat iso 9001.
Bahkan sampai bahagia dan bangganya mendapatkan sertifikasi ISO 9001 ditahun ini banyak perusahaan / organisasi yang sukses meraih ISO 9001 berlomba mempublikasikannya di media cetak / koran – koran ternama di Indonesia, bahkan tidak sedikit sampai membuat acara ceremony di hotel ataupun kantor/pabrik untuk merayakan kesuksesan meraih sertifikat ISO 9001.
Kemudian pada tahun 2008, ISO 9001 mengalami perubahan kembali sehingga disebut ISO 9001:2008, ditahun ini beberapa organisasi pemerintahan atau perusahaan swasta kelas besar mulai mempersyaratkan ISO 9001 bagi para mitra kerja/vendornya.
Ditahun Ini pula di Indonesia mulai muncul banyak badan sertifikasi, jika sebelumnya hanya beberapa lembaga sertifikasi ISO dari eropa yang mendominasi seperti TUV, SGS, LLOYD’S, BSI dan dari lokal adalah Sucofindo, ditahun ini mulai bermunculan badan sertifikasi baik dari asia maupun eropa sehingga organisasi / perusahaan sangat dimanjakan oleh banyak pilihan badan sertifikasi.
Setelah 7 tahun ISO 9001:2008 berjalan, kemudian pada bulan november 2015 ISO 9001 mengalami revisi yang ke empat sehingga menjadi ISO 9001:2015.
Versi inilah yang sampai saat ini berlaku dan tidak sedikit penyedia tender atau perusahaan besar di Indonesia mewajibkan kepada vendor atau peserta tender wajib memiliki system manajemen mutu dan sertifikasi ISO 9001:2015.
Mulai tahun 2015 ini pula tidak hanya organisasi besar yang menerapkan system manajemen mutu ISO 9001:2015, namun banyak juga organisasi/perusahaan kelas UMKM juga menerapkan system ISO 9001 : 2015 karna dengan menerapkan system manajemen mutu kepuasaan pelanggan ini akan banyak manfaat yang akan didapat untuk pertumbuhan perusahaan dan peningkatan kinerja organisasi.
Pentingnya ISO 9001 bagi organisasi / perusahaan
Perkembangan teknologi dan persaingan yang ketat di era sekarang menjadikan ISO 9001 menjadi salah satu kunci dasar dan pondasi yang kuat bagi organisasi dalam meraih tujuan.
Memang tidak dipungkiri banyak organisasi / perusahaan yang sudah menerapkan system manajemen ISO 9001 namun dalam perjalanannya begitu begitu saja alias jalan ditempat atau bahkah tidak lebih baik dari organisasi / perusahaan yang belum menerapkan ISO 9001.
Kenapa bisa demikian? Karna memang tidak dipungkiri karna mudahnya mendapat sertifikasi ISO 9001, banyak organisasi/ perusahaan yang asal mendapatkan sertifikat hanya untuk memenuhi persyaratan customer atau persyaratan tender semata tanpa keseriusan dan tidak sungguh-sungguh menerapkan dan mengimplementasiskan system ISO 9001 sehingga tidak mendapatkan ruh dan manfaat dari pada ISO 9001.
Padahal jika sistem manajemen ISO 9001 benar-benar dan sungguh – sungguh diterapkan dan diimplementasikan di dalam organisasi / perusahaan tentu akan banyak manfaat dan bisa menjadi podasi kokoh bagi organisasi / perusahaan.
Di Indonesia banyak yang berpikir bahwa ISO 9001 hanya diperuntukan bagi perusahaan / organisasi besar semata, banyak yang berpikir memiliki sertifikat ISO 9001 itu hanya pada saat jika ada permintaan customer atau ada permintaan untuk tender saja.
Tentunya pandangan seperti ini kurang tepat, kenapa demikian? Karena system manajemen ISO 9001 tidak melihat ukuran organisasi / perusahaan.
Semua organisasi / perusahaan baik skala kecil, menengah atau besar jika ingin membangun system yang kuat salah satu kuncinya menerapkan system manajemen ISO.
Karena dalam sistem manajemen ISO 9001 menyediakan sistem yang baik guna meningkatkan kinerja perusahaan / organisasi dan meningkatkan pertumbuhan bisnis.
Jika bisnis ingin berkembang dam mempunyai pondasi sistem yang baik sehingga setiap proses bisnis bisa termonitoring dan terkendali maka menerapkan sistem manajemen ISO 9001 adalah kuncinya.
Ingat!! Bisnis yang baik adalah bisnis yang di awali dengan membangun sistem manajemen yang baik pula, tidak hanya mengejar keuntungan namun harus juga sadar akan arti pentingnya sebuah sistem manajemen dalam pengelolaannya.
Dalam mengahadapi persaingan global, Sistem Manajemen ISO 9001 bukan hanya untuk memenuhi persyaratan namun menjadi kebutuhan guna bisa bersaing dalam memenangkan persaingan.
Ketika perusahaan tidak tanggap terhadap ini, maka jangan terlalu berharap lebih perusahaan akan bisa berkembang dengan baik dan bisa berkompetisi dalam memperebutkan pasar dengan kompetitor. Banyak keuntungan yang akan diperoleh perusahaan / organisasi dengan menerapkan sistem manajemen ISO 9001.
Manfaat ISO 9001
Sistem manajemen Mutu ISO 9001 sangatlah penting bagi pertumbuhan dan peningkatan kinerja organisasi / perusahaan. Akan banyak manfaat yang didapat ketika perusahaan / organisasi menerapkan system manajemen mutu ISO 9001. Beberapa Manfaat yang akan didapat organisasi jika menerapkan system manajemen mutu ISO 9001 diantaranya :
- Jaminan kualitas terhadap mutu produk ( barang ataupun jasa ) yang dihasilkan
- Meningkatkan kepercayaan Pelanggan / mitra kerja / stakeholder
- Sistem manajemen terbakukan
- Bisnis proses / aliran proses terkendali dan termonitoring
- Meningkatkan kinerja perusahaan / Organisasi
- Terpenuhinya persyaratan pelanggan terutama persyaratan tender
- Alat ukur kinerja organisasi / perusahaan
- Arah tujuan organisasi terukur dan terarah
- Adanya continual improvement / perbaikan berkesinambungan
- Branding Perusahaan / Organisasi
Dan masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapat oleh organisasi jika menerapkan system manajemen mutu ISO 9001, karna system manajemen ISO 9001 ini bisa dijadikan pondasi yang kokoh bagi organisasi / perusahaan dalam mengahadapi persaingan yang semakin ketat di era perkembangan industry dan teknologi yang pesat seperti sekarang ini.
Prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001
Standard sistem manajemen Mutu ISO 9001:2015 memiliki 7 prinsip, Apabila organisasi / perusahaan menjalankan dari masing-masing prinsip ini akan banyak manfaatnya. Prinsip dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2015 ini sangat penting bagi organisasi guna meningkatkan kinerja organisasi. Prinsip-Prinsip manajemen Mutu ISO 9001 : 2015 tersebut adalah sebagai berikut:
- Fokus pada pelanggan;
- Kepemimpinan;
- Keterlibatan orang;
- Proses Pendekatan;
- Perbaikan;
- Pengambilan Keputusan berdasarkan bukti
- Hubungan manajemen
Pendekatan Proses pada sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
Bagi organisasi / Perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu Kepuasan Pelanggan ISO 9001 merupakan langkah serta keputusan yang tepat guna membantu meningkatkan kinerja serta menjadi pondasi yang kokoh untuk pengembangan dan perbaikan yang berkelanjutan bagi organisasi/perusahaan.
Dalam mengembangkan, mengimplementasikan dan meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memenuhi persyaratan pelanggan standard sistem manajemen Mutu ISO 9001 : 2015 ini mengunakan pendekatan proses.
Melalui Pendekatan proses memungkinkan organisasi / perusahaan untuk merencanakan proses dan interaksi. Memahami dan mengelola proses yang saling terkait sebagai suatu sistem kontribusi untuk efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai hasil yang diinginkan.
Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk mengontrol hubungan timbal balik dan saling ketergantungan di antara proses-proses dari sistem, sehingga kinerja keseluruhan organisasi dapat ditingkatkan.
Pendekatan proses melibatkan definisi sistematis dan pengelolaan proses, dan interaksi mereka, sehingga mencapai hasil yang diharapkan sesuai dengan kebijakan mutu dan arah strategis organisasi.
Pendekatan Proses ini menggabungkan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) dan pemikiran berbasis risiko. Manajemen proses dan sistem secara keseluruhan dapat dicapai dengan menggunakan siklus PDCA dengan fokus keseluruhan pada pemikiran berbasis risiko yang bertujuan untuk mengambil keuntungan dari peluang dan mencegah hasil yang tidak diinginkan.
1. Pendekatatan Proses melalui PDCA ( Plan-Do-Check-Atc )
Siklus PDCA memungkinkan sebuah organisasi untuk memastikan bahwa proses mengelola sumber daya secara memadai, dan menentukan peluang untuk perbaikan dan bertindak.
Sedangkan Pemikiran berbasis resiko memungkinkan organisasi untuk menentukan faktor-faktor yang dapat menyebabkan proses dan sistem manajemen mutu ISO 9001 yang menyimpang dari hasil yang direncanakan, untuk menempatkan kontrol pencegahan yang meminimalkan efek negatif dan memaksimalkan penggunaan peluang yang muncul.
Siklus PDCA dapat diterapkan pada semua proses yang masuk dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 secara keseluruhan. Pendekatan Proses ISO 9001 melalui Siklus PDCA ( Plan-Do-Check-Atc ) dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:
- Plan :
Organisasi / Perusahaan Menetapkan tujuan dari sistem dan proses, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kebijakan organisasi, dan mengidentifikasi dan menetapkan risiko dan peluang
- Do :
Organisasi / Perusahaan Menerapkan apa yang direncanakan;
- Check :
Organisasi / Perusahaan melakukan Memonitor dan mengukur proses dan menentukan produk / jasa yang dihasilkan terhadap kebijakan, sasaran, persyaratan dan kegiatan yang direncanakan, dan hasil laporan.
- Act
Organisasi / Perusahaan mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja, yang diperlukan.
2. Pendekatatan Proses melalui pemikiran berbasis Risiko
Risiko berdasarkan pemikiran penting untuk mencapai sistem manajemen mutu yang efektif. Konsep pemikiran berbasis risiko telah tersirat dalam edisi sebelumnya, misalnya melalui persyaratan untuk perencanaan, review dan perbaikan.
Hal ini sebagai acuan organisasi / perusahaan dalam melakukan pencegahan untuk menghilangkan ketidaksesuaian potensial, menganalisis setiap ketidaksesuaian yang terjadi.
Dan mengambil tindakan untuk mencegah terulangnya yang sesuai untuk efek ketidaksesuaian. Hal ini sesuai dengan tujuan utama dari sistem manajemen mutu ISO 9001 yaitu untuk bertindak sebagai alat pencegahan.
Standard ini menetapkan persyaratan bagi organisasi untuk memahami konteksnya dan menentukan risiko sebagai dasar untuk perencanaan. Ini merupakan aplikasi dari pemikiran berbasis risiko untuk perencanaan dan pelaksanaan proses sistem manajemen mutu ISO 9001 dan akan membantu dalam menentukan sejauh mana informasi didokumentasikan.
Agar sesuai dengan persyaratan standar ini, organisasi perlu untuk merencanakan dan melaksanakan tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang. Mengatasi resiko dan peluang menetapkan dasar untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu ISO 9001, mencapai hasil yang lebih baik dan mencegah efek negatif.
Peluang bisa muncul sebagai akibat dari situasi yang menguntungkan untuk mencapai hasil yang diinginkan, misalnya, ada keadaan yang memungkinkan organisasi / perusahaan untuk menarik pelanggan, mengembangkan produk dan layanan baru, mengurangi limbah atau meningkatkan produktivitas.
Tindakan untuk mengatasi peluang juga dapat termasuk mempertimbangkan risiko yang terkait. Risiko adalah efek dari ketidakpastian dan setiap ketidakpastian tersebut dapat memiliki efek positif atau negatif. Penyimpangan positif yang timbul dari risiko dapat memberikan kesempatan, tapi tidak semua efek positif dari hasil risiko dalam peluang.
Klausul / Persyaratan dalam system manajemen Mutu ISO 9001 : 2015
Jika dalam standard versi sebelumnya yaitu ISO 9001 : 2008 hanya memiliki 8 klausul, sekarang dalam versi terbaru ISO 9001:2015 ditambahkan menjadi 10 klausul. Klausul / Standard ISO 9001 : 2015 tersebut adalah sebagai berikut :
- Scope / Ruang lingkup
- Normative References / Acuan Normatif
- Terms and Definition / Istilah dan Definisi
- Contex of the Organization / Konteks Organisasi
- Leadership / Kepemimpinan
- Planning / Perencanaan
- Support / Dukungan
- Operation / Operasi
- Performance Evaluation / Evaluasi Kinerja
- Improvement / Peningkatan
Ikuti: Training ISO 9001 |Training Persyaratan dan Pemahaman ISO 9001
Penerapan / Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 per Klausul
1. Scope / Ruang lingkup
Dalam standard system manajemen Mutu ini Organisasi harus menetapkan ruang lingkup system manajemen mutu guna menjamin kemampuan Organisasi / perusahaan untuk secara konsisten menyediakan produk dan layanan yang memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan hukum yang berlaku untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan sistem yang efektif yang didalamnya termasuk proses untuk perbaikan sistem dan jaminan kesesuaian dengan pelanggan dan persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku.
2. Normative References / Acuan Normatif
Dokumen-dokumen secara keseluruhan atau sebagian, yang secara normatif dirujuk dalam dokumen ini dan sangat diperlukan untuk penerapannya. Untuk acuan bertanggal, hanya edisi kutipan yang berlaku. Untuk acuan tidak bertanggal, menggunakan edisi terakhir (termasuk perubahannya.
3. Terms and Definition / Istilah dan Definisi
Istilah dan definisi yang diberikan dalam ISO 9000: 2015 dipergunakan untuk tujuan dokumen sistem manajemen Mutu.
4. Contex of the Organization / Konteks Organisasi
Dalam klausul ini, Organisasi harus :
- Menetapkan masalah eksternal dan internal yang relevan dengan tujuan dan arah strategis dan yang mempengaruhi kemampuannya untuk mencapai hasil yang diinginkan dari sistem manajemen mutu. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang isu-isu eksternal dan internal.
- Memahami kebutuhan dan harapan dari pihak yang berkepentingan, secara konsisten organisasi harus menyediakan produk dan layanan yang memenuhi pelanggan dan persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku
- Menetapkan ruang lingkup untuk menentukan batasan dalam penerapan sistem manajemen mutu
- Menetapkan, menerapkan, memelihara dan terus meningkatkan sistem manajemen mutu, termasuk proses yang diperlukan dan interaksi mereka, sesuai dengan persyaratan Standar system manajemen mutu ini
Dalam implementasi klausul 4 ini organisasi dapat menyajikan dalam beberapa model atau metodologi seperti SWOT matrix dan Soar Metrix
5. Leadership / Kepemimpinan
Untuk memenuhi Dalam klausul ini, Organisasi harus memiliki komitmen, Kebijakan, Peraturan organisasi, kewenangan dan tanggung jawab. Sbb :
- Manajemen harus berkomitmen terhadap implementasi sistem manajemen mutu dengan memastikan bahwa kebijakan mutu dan sasaran mutu yang ditetapkan sesuai dengan konteks dan arah strategis organisasi
- Manajemen harus berkomitmen dan menetapkan kebijakan terkait dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
- Manajemen harus menetapkan, menerapkan dan memelihara kebijakan mutu serta mengkomunikasikan semua kebijakan mutu tersebut
- Manajemen harus berkomitmen terhadap ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan dalam system manajemen mutu dan memastikan tanggung jawab dan wewenang untuk memberikan tugas yang relevan kepada team dan manajemen yang terlibat, yang dikomunikasikan dan dipahami dalam organisasi.
6. Planning / Perencanaan
Dalam klausul ini organisasi harus :
- Dalam merencanakan sistem manajemen mutu, organisasi harus mempertimbangkan isu-isuyang berkaitan dengan nilai-nilai, budaya, pengetahuan dan kinerja organisasi yang bisa timbul baik itu dari teknologi, kompetitif, pasar, lingkungan budaya, sosial dan ekonomi, yang berasal dari internasional, nasional, regional ataupun lokal kemudian menentukan risiko dan peluang.
- Organisasi harus menetapkan sasaran mutu pada fungsi, tingkat dan proses yang diperlukan untuk sistem manajemen mutu dan bagaimana cara sasaran mutu itu dapat tercapai. Apabila organisasi menentukan perubahan pada sistem manajemen mutu, perubahan harus dilakukan secara terencana
7. Support / Dukungan
Dalam memenuhi klausul ini Point – point penting yang dilakukan organisasi antara lain :
- Organisasi harus menetapkan dan menyediakan sumber daya baik itu SDM ataupun Infrastruktur yang dibutuhkan untuk pembentukan,pelaksanaan, pemeliharaan danperbaikanberkesinambungan dari sistem manajemen mutu.
- Melakukan Pemantauan dan pengukuran sumber daya
- Menentukan kopetensi SDM yang kompeten atas dasar pendidikan, pelatihan, atau pengalaman
8. Operation / Operasi
Untuk memenuhi klausul ini Organisasi harus melakukan hal – hal sebagai berikut :
- Organisasi harus merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan proses yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan dalam penyediaan produk dan jasa
- Menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai kesesuaian dengan produk dan persyaratan layanan
- Organisasi harus mampu memenuhi persyaratan pelanggan terhadap produk dan jasa yang dihasilkan dan harus melakukan tinjauan sebelum memasok produk dan layanan kepada pelanggan
- Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara desain dan pengembangan proses yang tepat untuk menjamin penyediaan produk dan jasa
- Organisasi harus mengidentifikasi, meninjau dan mengontrol perubahan yang dibuat selama, atau setelah, desain dan pengembangan produk dan jasa, sejauh yang diperlukan untuk memastikan bahwa tidak ada dampak buruk pada kesesuaian dengan persyaratan
- Organisasi harus menetapkan dan menerapkan kriteria untuk evaluasi, seleksi, monitoring kinerja, dan evaluasi ulang dari penyedia eksternal, berdasarkan kemampuan mereka untuk menyediakan proses atau produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan. Organisasi harus menyimpan informasi terdokumentasi dari kegiatan ini dan setiap tindakan yang diperlukan yang timbul dari evaluasi
- Organisasi harus memastikan bahwa proses eksternal disediakan, produk dan jasa sesuai dengan persyaratan tidak mempengaruhi kemampuan organisasi untuk secara konsisten memberikan sesuai produk dan layanan kepada pelanggan
- Ketika terjadi ketidaksesuaian maka Organisasi harus mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan pada sifat ketidaksesuaian dan efeknya pada kesesuaian produk dan jasa
9. Evaluasi Kinerja / Performance Evaluation
Untuk memenuhi klausul ini, organisasi harus melakukan beberapa hal, diantaranya :
- Organisasi harus melakukan pemantauan, Pengukuran, analisa dan evaluasi terhadap kinerja dan efektifitas system manajemen mutu
- Manajemen puncak harus meninjau sistem manajemen mutu organisasi, pada selang waktu terencana, untuk memastikan kesesuaiannya, kecukupan, efektivitas dan keselarasan dengan arah strategis organisasi
- Organisasi harus melakukan audit internal secara berkala dan terencana untuk memastikan persyaratan dan implementasi system sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam standard system manajemen mutu ini
- Peningkatan / Improvement
- Organisasi harus menentukan dan pilih peluang untuk perbaikan dan mengimplementasikan tindakan yangdiperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan meningkatkan produk dan layanan
- Organisasi harus terus meningkatkan kesesuaian, kecukupan dan efektivitas sistem manajemen mutu.
- Organisasi harus mempertimbangkan hasil analisa dan evaluasi, dan hasil akhir dari manajemen review, untuk menentukan apakah ada kebutuhan atau peluang yang harus ditangani sebagai bagian dari perbaikan yang berkelanjutan

Butuh bantuan untuk penerapan dan sertifikasi ISO 9001 : 2015?
Silahkan hubungi kami, Kami Aryasentra Consulting siap membantu anda sepenuhnya dalam penerapan dan sertifikasi ISO 9001 : 2015 mulai dari persiapan awal, Pelatihan, Penyusunan dokumentasi, Implementasi, Audit sampai dengan sertifikasi ISO 9001 : 2015. Kami satu – satunya konsultan ISO yang MEMBERIKAN JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE yang tertuang dalam kontrak kerja.
Hubungi : Jasa Konsultan ISO 9001 versi 2015