Enter your keyword

Sistem Penggajian

Sistem Penggajian

DESAIN & PENGEMBANGAN STRUKTUR PENGGAJIAN

Saat ini persaingan bisnis semakin ketat, seperti kondisi ekonomi yang tidak menentu, persaingan penguasaan sumberdaya, tuntutan kebutuhan pasar, perubahan kondisi lingkungan dan sebagainya. Untuk menghadapinya diperlukan suatu strategi untuk memenangkan persaingan tersebut. Kunci utamanya ada pada SDM. Perusahaan/organisasi harus mempu menarik, memotivasi dan mempertahankan para talent untuk tetap bergabung dalam organisasi. Salah satunya melalui sistem penggajian/remunerasi yang baik dan benar.

Dalam prakteknya masih banyak perusahaan/organisasi yang belum menyusun sistem penggajian yang baik dan efektif. Perusahaan-perusahaan tersebut belum membuat pengelompokan level gaji berdasarkan golongan/grade yang harusnya ada di dalam manajemen penggajian. Dengan menyusun struktur dan skala gaji, perusahaan dengan mudah mengetahui dan mengidentifikasi posisi dan jabatan-jabatan yang ada beserta uraian pekerjaan masing-masing. Kemudian perusahaan dapat menentukan acuan penentuan besaran gaji dimasing-masing golongan dengan cara yang adil dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan adanya Desain dan Pengembangan Sistem Penggajian yang baik maka akan menjamin :
1. Kepatuhan Hukum (UU No.13 Thn 2003, Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Permenaker No.1 Thn. 2017 tentang Struktur Skala Upah).
2. Fairness. Tercapai penggajian yang adail secara internal.
3. Kompetitif dengan pesaing (penggajian yang bersaing dibanding pasar tenaga kerja/lingkungan eksternal).
4. Tidak Rumit secara Administrasi.
5. Memenuhi aspek legal (UU No.13 Thn 2003, Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 dan Permenaker No. 1 Tahun 2017).

Apa manfaat Penyusunan Desain & Pengembangan Struktur dan Skala Upah/Gaji ?

Dengan melakukan Penyusunan Desain & Pengembangan Struktur dan Skala Upah/Gaji maka:
1. Dapat menarik, memotivasi dan mempertahankan karyawan yang berkualitas.
2. Terciptanya keadilan dalam pembayaran gaji yang memberikan kepuasan kerja karyawan dan tercipta suasana kerja yang kondusif sehingga visi dan misi perusahaan dapat lebih mudah tercapai.
3. Dapat mengontrol dan mengawasi biaya tenaga kerja.
4. Dapat mendorong pengembangan karir karyawan dan meningkatkan produktivitas.
5. Mengurangi gejolak hubungan industrial yang terjadi akibat penentuan sistem penggajian yang tidak baik.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.